Hati Kenyang, Abang Sayang
August 6th, 2007 by nona-jingga| from iiE’s blog http://mistymind.multiply.com/ |
"You can’t love someone who cannot love themselves."
So
bloody true. A friend told me this yesterday. Benar-benar membuat gw
jadi berpikir lebih dalam tentang ini. Ya, untuk bisa disayangi oleh
orang lain, seseorang harus bisa menyayangi dirinya sendiri terlebih
dahulu. If you still feel bad and insufficient about yourself, you
can’t possibly expect other people to love you that much. If you think
that you are a bad person and that you are not that worthy enough to be
loved, then nobody’s gonna give their love 100% for you. Why? Because
by saying that you are a bad person and showing others that you are (or
feel) unworthy, you just unconsciously told them to go away from your
life. Shoo, people shoo.
Lucunya pas banget, di buku "The
Icarus Girl" yang gw baca weekend kmrn, ada satu bagian yg menceritakan
tentang si Jess (anak kecil tokoh utamanya) yang sedang menerima telpon
dari kakeknya yg tinggal di Nigeria. Di telpon itu si kakek berkata
pada Jess, "Dua orang lapar tidak seharusnya berteman. Kalau mereka
berteman, mereka akan saling memakan. Hal yang sama juga terjadi kalau
salah satu lapar dan yang satunya kenyang: mereka tak bisa benar-benar
berteman, karena yang lapar akan memakan yang kenyang. Hanya dua orang
yang kenyang bisa berteman. Mereka tak menginginkan apa pun dari satu
sama lain kecuali persahabatan".
Gw juga percaya hal yang
sama. Untuk bisa bersahabat, seseorang harus merasa kenyang dulu akan
dirinya sendiri. Dengan demikian dia tidak akan memangsa atau memakan
orang lain hanya agar dirinya bisa merasa kenyang. Jika tidak demikian,
yg akan terjadi adalah "Homo Homini Lupus". Man is a wolf to man.
Proverbs latin terkenal yg diambil dari lakon "Plautus" dimana salah
satu karakternya berkata, "lupus est homo homini, non homo, quom qualis sit non novit".
One man to another is a wolf, not a man, when he doesn’t know what sort
he is. Hm, we don’t want this ancient saying to actually really happen,
do we? Maka kenyangkanlah dahulu diri kita sendiri. How? Kenali diri
sendiri, terima diri kita sendiri apa adanya, kemudian sayangilah diri
sendiri tersebut tanpa syarat. Semoga setelah itu kita akan bisa
membuat orang lain menyayangi kita seperti kita menyayangi diri kita
sendiri apa adanya dan tentunya tanpa syarat. Semoga saja.